Pentingnya Literasi dan Nilai Integritas Implementasi Kurikulum Merdeka
- Oct 19, 2024
- ASMA NUR KAIDA
Melalui kegiatan bimbingan teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) para guru dikuatkan pemahaman dalam menerapkan literasi pada anak siswa didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurut Kordinator Pengawas Muna Barat Dikbud Provinsi Sulawesi Tenggara Syahrir mengatakan rendahnya kemampuan literasi siwa dapat berakibat pada kompetensinya.
Dihadapan para guru yang hadir dalam forum IKM, ia menekankan pentingnya di tingkatkan pemahaman literasi pada siswa sebelum pembelajaran berlangsung. "Biasakan siswa membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, " Sarannya di hadapan guru SMK/SLB Mubar-Buteng, Kamis pagi, 17 Oktober 2024 di Desa Lawada Kecamatan Sawerigadi.
Ia menilai perlunya literasi karena dapat meningkatkan daya pemahaman dan kompetensi siswa. Hal ini didasarkan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2015 tentang literasi. "Saat ini masih banyak siswa dapat membaca tapi tidak mampu memahami bacaanya, bisa menulis tapi tidak bisa membaca, dan bisa membaca tapi tidak bisa menulis, " Sebutnya.
Selanjutnya Master pendidikan juga itu dengan gambalang menjelaskan tentang pedoman penerapan kurikulum merdeka yang sesuai aturan yang dimuat Permendikbud Riset Nomor 262 Tahun 2022. Ia menyebutkan hal penting yang harus di pahami oleh guru dalam proses belajar mengajar, yakni proses pembelajaran intrakurikuler, kokulikuler, dan ekstrakurikuler. "Jadi intrakurikuler itu penerimaan materi dalam ruangan kelas, kokulikuler penguatan materi, serta kokulikuler pembinaan siswa, "jelasnya.
Lebih lanjut Syahrir menekankan kurikulum merdeka mesti diterapkan di seluruh Indonesia. Hal ini berdasarkan dengan Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pada pendidik usia dini, jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Eks kepala sekolah juga ini melalui forum DKC rayon Mubar-Buteng mengharapkan guru menjadi suri teladan yang baik, dengan menjunjung nilai integritas jujur, disiplin, tanggung jawab, mandiri, kerja keras, sederhana, berani, peduli dan adil. "Guru itu ada empat karakter, guru biasa, guru baik, guru hebat dan guru tangguh. Saya harap guru disini merupakan guru hebat dan tangguh, " Harapnya.
Melalui forum bimbingan teknis implementasi kurikulum merdeka rayon Muna Barat- Buton Tengah terpantau berjalan dinamis. Keseruan bertambah adanya beberapa guru menceritakan studi kasus atau pengalaman yang di alaminya saat di Sekolah. Hingga pada akhirnya melalui forum tersebut para guru tercerahkan dalam menangani persoalan yang terjadi.
Selain literasi, masih Syahrir di hari yang sama kegiatan bimtek, guru juga diberikan penguatan pemahaman mengenai Evaluasi Kurikulum dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah SMK/SLB, serta penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha industri kerja (DUDIKA).
Masing-masing sekolah yang mendapat undangan Bimtek IKM yakni :
1. SMKN 1 Muna Barat
2. SMKN 2 Muna Barat
3. SMKN 3 Muna Barat
4. SMKN 4 Muna Barat
5. SMKS Maritim Latawe
6. SMKS Kesehatan Muna Barat
7. SMKS Barakati
8. SMKS Harapan Muda Barakati
9. SMKN 1 Buton Tengah
10. SMKN 2 Buton Tengah
11. SMKN 3 Buton Tengah
12. SMKN 4 Buton Tengah
13. SMKN 5 Buton Tengah
14. SMKN 6 Buton Tengah
15. SMKS Bina Bakti
16. SMKS Wakea-Kea
17. SMKS Pesra Al Amin Mawasangka
18. SMKS Al Quraba
19 SLB 1 Muna Barat
20. SLB Perintis Lakapera
By. Asma Nur Kaida